Geoprima

Geoprima Solusi Jajaki Dana Pinjaman untuk Ekspansi Bisnis Januari 2026

Geoprima Solusi Jajaki Dana Pinjaman untuk Ekspansi Bisnis Januari 2026
Geoprima Solusi Jajaki Dana Pinjaman untuk Ekspansi Bisnis Januari 2026

JAKARTA - PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mendukung rencana ekspansi bisnis. 

Perusahaan berencana menjajaki fasilitas pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya untuk memperkuat likuiditas. 

Langkah ini dilakukan seiring transformasi internal yang sedang berjalan, termasuk perombakan manajemen dan penguatan struktur komisaris. Tujuannya adalah memperkokoh pondasi perusahaan menghadapi persaingan industri modern.

Restrukturisasi manajemen menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat kredibilitas di mata mitra dan lembaga keuangan. 

Dengan jajaran direksi dan komisaris baru, GPSO menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang lebih profesional.

Perombakan Direksi dan Komisaris

RUPSLB GPSO yang digelar pada 19 Desember 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan. Dalam rapat ini, Dionysius Tjokro ditunjuk sebagai Direktur Utama, Axel Tobias Joel sebagai Direktur, Karnadi Margaka sebagai Komisaris Utama, Adi Sulaiman sebagai Komisaris, dan Purwan Habibie Siswanto sebagai Komisaris Independen.

Perubahan ini dipandang penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan sekaligus memaksimalkan dukungan mitra strategis. Dionysius Tjokro menekankan bahwa kehadiran manajemen baru akan memperkuat pondasi perusahaan dan mendukung pencapaian target bisnis ke depan.

Penjaminan Aset untuk Fasilitas Pinjaman

Selain restrukturisasi manajemen, RUPSLB juga menyetujui rencana penjaminan aset perseroan untuk memperoleh fasilitas pinjaman. Penjaminan ini bisa melibatkan lebih dari separuh total harta kekayaan perusahaan atau seluruh aset, untuk mendukung likuiditas.

Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penjajakan dengan beberapa bank dan lembaga keuangan. 

"Kami terus melakukan penjajakan ke beberapa pihak untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Meskipun belum ada keputusan pasti, yang jelas rencana ini sudah mendapat persetujuan melalui RUPSLB," ujarnya.

Langkah ini dianggap strategis karena kondisi pasar saat ini memasuki era suku bunga rendah, sehingga GPSO berpeluang mendapatkan bunga pinjaman kompetitif. Dengan tambahan likuiditas, perseroan dapat melakukan ekspansi tanpa membebani keuangan secara berlebihan.

Kondisi Keuangan yang Mendukung

Laporan keuangan per 30 September 2025 menunjukkan bahwa GPSO memiliki liabilitas rendah, yakni Rp9,61 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan ekuitas perseroan yang mencapai Rp41,43 miliar. Kondisi ini memberi ruang besar bagi perusahaan untuk menerima fasilitas pinjaman tambahan.

Dion menambahkan, "Jadi dari sisi neraca pun kami masih punya ruang yang cukup besar untuk menerima fasilitas pinjaman." Hal ini menunjukkan kesiapan GPSO untuk menambah modal kerja tanpa meningkatkan risiko finansial.

Transformasi Bisnis dan Dukungan Manajemen Baru

Rencana transformasi bisnis GPSO juga telah berjalan seiring kehadiran manajemen baru. Perubahan manajemen ini diharapkan memperkuat strategi pengelolaan bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan fasilitas pinjaman yang akan diperoleh, GPSO dapat memperkuat pondasi bisnisnya sekaligus menyiapkan modal untuk ekspansi ke berbagai segmen pasar. Strategi ini diharapkan memaksimalkan kinerja perusahaan di masa depan.

Hubungan dengan Tjokro Group dan Target Aset

Langkah GPSO juga sejalan dengan upaya Tjokro Group dalam memperluas investasi di perusahaan. Target aset hingga Rp5 triliun menjadi salah satu motivasi untuk menata manajemen dan menyiapkan tambahan modal kerja.

Restrukturisasi direksi dan komisaris, serta penjajakan fasilitas pinjaman, dipandang sebagai bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi pasar. Selain itu, langkah ini memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar.

Manfaat Fasilitas Pinjaman

Dionysius Tjokro menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman ini diharapkan membantu perusahaan memperoleh likuiditas tambahan tanpa menimbulkan beban bunga yang besar. 

Dengan bunga pinjaman kompetitif, GPSO dapat memanfaatkan modal kerja untuk mendukung ekspansi, mengoptimalkan operasional, dan memperluas pangsa pasar.

Selain itu, tambahan likuiditas juga memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan berinvestasi dalam proyek baru yang berpotensi memberikan pertumbuhan berkelanjutan.

Posisi Keuangan yang Sehat

Selain mendapatkan dukungan fasilitas pinjaman, GPSO memiliki struktur keuangan yang sehat. Liabilitas yang rendah dan ekuitas yang besar menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menanggung pinjaman tambahan. 

Hal ini memberi keyakinan bahwa GPSO dapat mengelola pertumbuhan bisnis tanpa menimbulkan risiko keuangan yang signifikan.

Dengan neraca yang kuat, perusahaan siap menghadapi tantangan ekspansi dan mengambil peluang di pasar yang kompetitif.

PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) menunjukkan langkah strategis dalam penguatan bisnis melalui restrukturisasi manajemen dan penjajakan fasilitas pinjaman. 

Dukungan manajemen baru, struktur keuangan yang sehat, dan kondisi pasar dengan suku bunga rendah menjadi faktor yang memungkinkan perusahaan mengembangkan bisnis secara efektif.

Transformasi ini menegaskan komitmen GPSO untuk memperkuat pondasi perusahaan, meningkatkan efisiensi, dan menyiapkan ekspansi yang berkelanjutan. 

Dengan strategi ini, perseroan optimistis dapat mengoptimalkan pertumbuhan, memperluas pangsa pasar, dan mempertahankan posisi kompetitif di industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index