Gibran Blusukan Pasar Potikelek, Dengarkan Keluhan Pedagang Papua

Rabu, 14 Januari 2026 | 14:17:03 WIB
Gibran Blusukan Pasar Potikelek, Dengarkan Keluhan Pedagang Papua

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Wamena, Papua Pegunungan, dengan agenda utama meninjau aktivitas ekonomi di Pasar Potikelek. 

Kunjungan ini menjadi momen interaksi langsung antara pemerintah pusat dan pedagang lokal, sekaligus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat setempat.

Kedatangan Gibran di pasar berlangsung sekitar pukul 08.22 WIT, ketika ia turun dari mobil dinas Maung. Sambutan hangat datang dari para warga yang telah menunggu, termasuk ibu-ibu penjual dan beberapa bapak pedagang. 

Gibran pun langsung menerima sejumlah cinderamata khas Papua, seperti topi noken, tas noken, dan ikat kepala Kasuari, yang dikenakannya sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal.

Interaksi Langsung dengan Pedagang

Dalam blusukan ini, Gibran tidak hanya berkeliling pasar, tetapi juga berinteraksi dengan pedagang. Koordinator Mama-Mama Pasar Potikelek, Meri Walela, menjadi salah satu perwakilan yang menyampaikan aspirasi warga. 

Ia menanyakan tujuan kunjungan Wapres dan menyampaikan kebutuhan nyata para pedagang, terutama permintaan modal usaha agar bisa mengembangkan kegiatan jualannya.

Para pedagang menyuarakan keinginan agar pemerintah memberikan dukungan finansial, khususnya untuk penambahan modal berjualan. Gibran menanggapi dengan serius keluhan tersebut, berkomunikasi langsung dengan warga yang menyampaikan permintaan modal. Dialog ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap ekonomi mikro dan UMKM di wilayah terpencil.

Mendukung Ekonomi Lokal dengan Belanja Dagangan

Selain mendengar keluhan, Gibran juga membeli dagangan para pedagang. Ia menanyakan proses pembuatan barang, termasuk noken yang merupakan produk kerajinan tangan khas Papua. 

Beberapa noken dibuat dalam jangka waktu hingga satu tahun karena seluruh proses pengerjaan menggunakan tangan tanpa mesin, sementara yang lain dibuat dalam waktu dua bulan.

Gibran menanyakan harga noken, yang dijual berkisar Rp1 juta. Ia memastikan bahwa dagangan ini dapat terserap oleh pasar dengan pembeli yang memadai. Tindakan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pembelian produk-produk warga.

Komitmen Pemerintah terhadap Pedagang dan UMKM

Kunjungan ini menjadi sarana bagi pemerintah untuk memahami tantangan yang dihadapi pedagang di daerah terpencil. Permintaan modal usaha dan dukungan bagi para penjual di pasar Potikelek mencerminkan perlunya perhatian lebih terhadap ekonomi mikro. 

Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan membantu dan menyalurkan dukungan yang dibutuhkan, terutama bagi mereka yang telah lama menjalankan usaha di pasar.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi daerah melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Selain modal, dukungan lain yang dibutuhkan mencakup pelatihan manajemen usaha, akses pasar yang lebih luas, dan program pemberdayaan ekonomi perempuan.

Kehadiran Wapres Gibran di pasar Potikelek juga mengirimkan pesan penting: pemerintah mendengar, memperhatikan, dan siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat. 

Interaksi langsung dengan pedagang menunjukkan pendekatan yang lebih personal dan transparan, sekaligus memupuk rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah pusat.

Terkini